Aku dan kakakku hendak pulang
ke rumah orang tuaku. Kami berangkat menuju rumah orang tuaku dengan
menggunakan sepeda motor. Ditengah jalan kakakku berhenti di sebuah bengkel
untuk memompa ban belakang motor yang kempes. Selesai membayar biaya memompa
ban motor, kakakku langsung naik ke atas sepeda motor bersiap-siap untuk
berangkat. Belum sempat aku duduk dibelakangnya ia langsung menancapkan gas
motor dan melaju di jalan.
Aku berteriak dan berlari-lari memanggil namanya,
namun sia-sia saja. Ia tidak mendengarkanku, malah
melaju dengan cepat. Pemilik bengkel pun berusaha untuk menolongku mengejar
kakakku dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Namun, belum sempat aku naik
ke motornya, kakakku sudah kembali. Aku pun bertanya kepada kakakku bagaimana
ia tahu aku tertinggal di bengkel itu. Ia
pun menceritakannya kepadaku.
Pada saat ia mengendarai motor, ia
berbincang-bincang denganku. Tapi, ia merasa heran mengapa aku tidak menyahut
setiap perkataannya. Karena penasaran, ia melihat ke kaca sepion. Bertapa terkejutnya ia melihat aku tidak berada dibelakangnya.Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke bengkel tempat ia memompa ban motor tadi. Ternyata memang betul aku tertinggal di sana.
1 komentar:
hahahahahaaa....kisahnya hampir sama denganku. waktu aq mau diantar ke sekolah.
Post a Comment