Thursday, 17 November 2011

Jangan Tinggalkan Aku


Aku dan kakakku hendak pulang ke rumah orang tuaku. Kami berangkat menuju rumah orang tuaku dengan menggunakan sepeda motor. Ditengah jalan kakakku berhenti di sebuah bengkel untuk memompa ban belakang motor yang kempes. Selesai membayar biaya memompa ban motor, kakakku langsung naik ke atas sepeda motor bersiap-siap untuk berangkat. Belum sempat aku duduk dibelakangnya ia langsung menancapkan gas motor dan melaju di jalan. 

Aku berteriak dan berlari-lari memanggil namanya, namun sia-sia saja. Ia tidak mendengarkanku, malah melaju dengan cepat. Pemilik bengkel pun berusaha untuk menolongku mengejar kakakku dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Namun, belum sempat aku naik ke motornya, kakakku sudah kembali. Aku pun bertanya kepada kakakku bagaimana ia tahu aku tertinggal di bengkel itu.  Ia pun menceritakannya kepadaku. 
Pada saat ia mengendarai motor, ia berbincang-bincang denganku. Tapi, ia merasa heran mengapa aku tidak menyahut setiap perkataannya. Karena penasaran, ia melihat ke kaca sepion. Bertapa terkejutnya ia melihat aku tidak berada dibelakangnya.Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke bengkel tempat ia memompa ban motor tadi. Ternyata memang betul aku tertinggal di sana.

1 komentar:

yunist said...

hahahahahaaa....kisahnya hampir sama denganku. waktu aq mau diantar ke sekolah.

Post a Comment

 

Evi's Blog Published @ 2014 by NingsihEvi

Blogger Templates