Monday, 7 November 2011

Miliki Impian Terbesar



Hampir setiap orang masa itu menganggap Martin Luther King Jr. hanyalah seorang pemimpi. Bagaimana tidak? Di tahun 60 an di tengah berkuasa orang-orang berkulit putih, ia berani menyatakan bahwa orang-orang berkulit hitam harus punya hak yang sama. Ia dengan berani memperjuangkan penghapusan diskriminasi rasial. Pengikut prinsip perjuangan Mathama Gandhi ini berjuang dengan menghindari kekerasan dan penumpahan darah. Di tengah pidatonya yang berapi –api, ia menyatakan mimpi dan harapannya bagi bangsa Amerika. Ia pun menegaskan bahwa hidup harus punya makna. Puncaknya adalah kejadian pada 28 Agustus 1963 yang sangat bersejarah itu! Di Washington DC, ia menyampaikan pidato untuk memperjuangkan persamaan hak. ‘I have a dream’ itulah salah satu kalimat dalam pidatonya. Terbuktikah mimpinya itu? Ternyata keyakinan justru berujung kematian! 4 April 1968, ia mati ditembak. Tetapi sekalipun Martin Luther King Jr. telah mati, mimpi dan harapannya tetap hidup. Baru 40 tahun kemudian, sejarah baru terukir di tanah Amerika, bahkan di dunia. Barack Husein Obama terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat!

0 komentar:

Post a Comment

 

Evi's Blog Published @ 2014 by NingsihEvi

Blogger Templates