Hampir setiap orang masa itu menganggap Martin Luther King Jr.
hanyalah seorang pemimpi. Bagaimana tidak? Di tahun 60 an di tengah berkuasa
orang-orang berkulit putih, ia berani menyatakan bahwa orang-orang berkulit
hitam harus punya hak yang sama. Ia dengan berani memperjuangkan penghapusan
diskriminasi rasial. Pengikut prinsip perjuangan Mathama Gandhi ini berjuang
dengan menghindari kekerasan dan penumpahan darah. Di tengah pidatonya yang
berapi –api, ia menyatakan mimpi dan harapannya bagi bangsa Amerika. Ia pun
menegaskan bahwa hidup harus punya makna. Puncaknya adalah kejadian pada 28
Agustus 1963 yang sangat bersejarah itu! Di Washington DC, ia menyampaikan
pidato untuk memperjuangkan persamaan hak. ‘I have a dream’ itulah salah satu kalimat dalam pidatonya. Terbuktikah
mimpinya itu? Ternyata keyakinan justru berujung kematian! 4 April 1968, ia
mati ditembak. Tetapi sekalipun Martin Luther King Jr. telah mati, mimpi dan
harapannya tetap hidup. Baru 40 tahun kemudian, sejarah baru terukir di tanah
Amerika, bahkan di dunia. Barack Husein Obama terpilih menjadi presiden kulit
hitam pertama Amerika Serikat!
Monday, 7 November 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment