Thursday, 10 November 2011

Keganasan Rabies


Hari itu ibu Marni pergi ke rumah orang tuanya. Ia ingin membersihkan rumah yang lama sudah tidak lagi ditempati oleh orang tuanya. Rencananya rumah itu akan disewakan. Rumah yang walaupun sederhana tapi sangat nyaman untuk ditempati. Karena disekeliling rumah tersebut dihiasi oleh beberapa tanaman bunga dan yang terpenting berada di pinggiran jalan raya.
Ibu Marni masuk kedalam rumah, pintu rumah sengaja dibiarkannya terbuka. Ia mulai membersihkan rumah dan membetulkan beberapa perabotan yang sudah rusak. Karena asyiknya membersihkan rumah, tanpa ia sadari seekor anjing masuk kedalam rumah. Anjing yang tidak diketahui siapa pemiliknya itu tanpa basa-basi langsung menyambar kaki kanannya. Seakan-akan kaki ibu Marni adalah daging yang sangat empuk dimata anjing tersebut. Ibu marni mencoba untuk melawan, tapi usahanya sia-sia saja. Anjing itu tak mau berhenti mengigit kakinya. Malahan anjing itu semakin menganas, mencabik dan merobek kakinya.

Darah segar mengucur dari kaki ibu marni, ia menjerit dan berusaha berontak. Namun, anjing tersebut tetap mencabik-cabik kaki kanannya. Kaki kanan ibu marni pun koyak, dengan kondisi yang sangat mengerikan yaitu daging keluar dari dalam kulitnya.  Darah tak henti-hentinya mengalir dari luka di kakinya membanjiri lantai rumahnya. Dengan penuh kesakitan ia berusaha untuk berteriak minta tolong. Mendengar teriakannya, beberapa warga sekitar datang untuk menolongnya. Bertapa tragisnya kondisi ibu Marni saat warga sampai di dalam rumahnya. Melihat warga yang datang anjing tersebut langsung berlari keluar dari rumah ibu Marni. Tanpa berpikir panjang, warga langsung membawa ibu Marni ke rumah sakit setempat. Warga pun tidak berniat untuk mengejar anjing tersebut.
Keluar dari rumah ibu marni, anjing itu pergi ke rumah ibu Dilan yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah ibu Marni. Saat itu, ibu Dilan sedang duduk di pintu dapur rumahnya. Melihat kaki ibu Dilan, anjing itu langsung menyambar kaki ibu Dilan. Anjing tersebut mulai mengigit kaki ibu Dilan. Hal yang sama yang ingin dilakukann anjing itu seperti yang terjadi pada ibu Marni. Tetapi untung saja, ibu Dilan berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan ibu Dilan langsung datang ke rumah ibu Dilan. Melihat banyaknya warga sekitar yang datang, anjing itu melepaskan gigitannya. Karena melihat anjing yang mengigit ibu Dilan sama dengan anjing yang mengigit ibu Marni, warga akhirnya mengepung anjing tersebut. Anjing itu berusaha untuk lari. Namun, sia-sia saja. Warga yang sudah teramat kesal melihat kelakuan anjing tersebut mengepung dari berbagai arah sehingga tidak ada celah buat anjing itu kabur. Anjing tersebut berhasil ditangkap.
Rasa amarah yang teramat besar membuat warga akhirnya mengakimi anjing itu. Salah satu warga mengambil golok dari rumah ibu Dilan, golok tersebut diarahkan ke kepala anjing yang sudah tidak berdaya itu. Golok itu membelah kepala anjing itu menjadi dua. Anjing yang malang itu akhirnya mati di tempat dengan kondisi yang juga sangat mengenaskan, kepalanya terbelah dengan otak yang terlihatan mau keluar. Warga pun mengambil otak anjing tersebut, sedangkan jasad anjing itu lalu dikuburkan.
Ibu Dilan segera dibawa kerumah sakit, rumah sakit yang sama dengan ibu Marni. Luka yang di alami ibu Dilan tidak separah luka yang dialami ibu Marni. Karenanya luka ibu Dilan yang sudah dibersihkan selanjutnya diberikan antibiotik. Luka ibu Marni yang sangat parah mengharuskan untuk diberikan serum anti rabies (SAR) dan vaksin anti tetanus. Akan tetapi, rumah sakit kehabisan serum dan vaksin tersebut. Terpaksa, dokter meminta serum anti rabies (SAR) dan vaksin anti tetanus ke dinas pertanian dan perternakan setempat. Setelah diberikan serum anti rabies (SAR) dan vaksin anti tetanus, ibu Marni diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.

0 komentar:

Post a Comment

 

Evi's Blog Published @ 2014 by NingsihEvi

Blogger Templates