Hari itu
ibu Marni pergi ke rumah orang tuanya. Ia ingin membersihkan rumah yang lama
sudah tidak lagi ditempati oleh orang tuanya. Rencananya rumah itu akan
disewakan. Rumah yang walaupun sederhana tapi sangat nyaman untuk ditempati. Karena
disekeliling rumah tersebut dihiasi oleh beberapa tanaman bunga dan yang
terpenting berada di pinggiran jalan raya.
Ibu Marni
masuk kedalam rumah, pintu rumah sengaja dibiarkannya terbuka. Ia mulai
membersihkan rumah dan membetulkan beberapa perabotan yang sudah rusak. Karena asyiknya
membersihkan rumah, tanpa ia sadari seekor anjing masuk kedalam rumah. Anjing
yang tidak diketahui siapa pemiliknya itu tanpa basa-basi langsung menyambar
kaki kanannya. Seakan-akan kaki ibu Marni adalah daging yang sangat empuk
dimata anjing tersebut. Ibu marni mencoba untuk melawan, tapi usahanya sia-sia
saja. Anjing itu tak mau berhenti mengigit kakinya. Malahan anjing itu semakin
menganas, mencabik dan merobek kakinya.
Darah segar
mengucur dari kaki ibu marni, ia menjerit dan berusaha berontak. Namun, anjing
tersebut tetap mencabik-cabik kaki kanannya. Kaki kanan ibu marni pun koyak, dengan
kondisi yang sangat mengerikan yaitu daging keluar dari dalam kulitnya. Darah tak henti-hentinya mengalir dari luka di
kakinya membanjiri lantai rumahnya. Dengan penuh kesakitan ia berusaha untuk
berteriak minta tolong. Mendengar teriakannya, beberapa warga sekitar datang
untuk menolongnya. Bertapa tragisnya kondisi ibu Marni saat warga sampai di
dalam rumahnya. Melihat warga yang datang anjing tersebut langsung berlari
keluar dari rumah ibu Marni. Tanpa berpikir panjang, warga langsung membawa ibu
Marni ke rumah sakit setempat. Warga pun tidak berniat untuk mengejar anjing
tersebut.
Keluar
dari rumah ibu marni, anjing itu pergi ke rumah ibu Dilan yang hanya berjarak
beberapa meter dari rumah ibu Marni. Saat itu, ibu Dilan sedang duduk di pintu dapur
rumahnya. Melihat kaki ibu Dilan, anjing itu langsung menyambar kaki ibu Dilan.
Anjing tersebut mulai mengigit kaki ibu Dilan. Hal yang sama yang ingin
dilakukann anjing itu seperti yang terjadi pada ibu Marni. Tetapi untung saja,
ibu Dilan berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan ibu
Dilan langsung datang ke rumah ibu Dilan. Melihat banyaknya warga sekitar yang
datang, anjing itu melepaskan gigitannya. Karena melihat anjing yang mengigit
ibu Dilan sama dengan anjing yang mengigit ibu Marni, warga akhirnya mengepung
anjing tersebut. Anjing itu berusaha untuk lari. Namun, sia-sia saja. Warga
yang sudah teramat kesal melihat kelakuan anjing tersebut mengepung dari
berbagai arah sehingga tidak ada celah buat anjing itu kabur. Anjing tersebut
berhasil ditangkap.
Rasa amarah
yang teramat besar membuat warga akhirnya mengakimi anjing itu. Salah satu warga
mengambil golok dari rumah ibu Dilan, golok tersebut diarahkan ke kepala anjing
yang sudah tidak berdaya itu. Golok itu membelah kepala anjing itu menjadi dua.
Anjing yang malang itu akhirnya mati di tempat dengan kondisi yang juga sangat
mengenaskan, kepalanya terbelah dengan otak yang terlihatan mau keluar. Warga
pun mengambil otak anjing tersebut, sedangkan jasad anjing itu lalu dikuburkan.
Ibu Dilan
segera dibawa kerumah sakit, rumah sakit yang sama dengan ibu Marni. Luka yang
di alami ibu Dilan tidak separah luka yang dialami ibu Marni. Karenanya luka ibu
Dilan yang sudah dibersihkan selanjutnya diberikan antibiotik. Luka ibu Marni
yang sangat parah mengharuskan untuk diberikan serum anti rabies (SAR) dan
vaksin anti tetanus. Akan tetapi, rumah sakit kehabisan serum dan vaksin
tersebut. Terpaksa, dokter meminta serum anti rabies (SAR) dan vaksin anti
tetanus ke dinas pertanian dan perternakan setempat. Setelah diberikan serum anti
rabies (SAR) dan vaksin anti tetanus, ibu Marni diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya.
0 komentar:
Post a Comment