Wednesday, 22 February 2017
Monday, 20 February 2017
Berdasarkan teori belajar tuntas, maka seseorang peserta didik di pandang tuntas belajar jika ia mampu menyelesaikan, menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan kelas dilihat dari jumlah peserta didik yang mampu menyelesaikan atau mencapai minimal 65%, sekurang-kurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada dikelas tersebut. (Hamid Darmadi, 2009: 148)
Wednesday, 1 February 2017
RESENSI NOVEL "KAHVE"
![]() |
Judul : Kahve
Penulis : Yuu Sasih
Editor : Avifah Ve
Penerbit : de TEENS
Cetakan : I, Mei 2015
Tebal : 240 Halaman
ISBN : 978-602-255-894-1
Tokoh : Kencana, Rasy, Linda, Farran, Ajip, dan Prof. Rangga,
Alur / Plot : Alur Maju - Mundur
Sudut Pandang / Poin of View : Sudut pandang Diaan
Latar / Setting :
- Tempat : Black Dreams, di restoran Jepang, di rumah Om Hendra, di hotel, di teras rumah kontrakan Kencana, di gudang belakang Black Dreams, di kampus, dan di pemakaman
- Waktu : Juni 2013, Agustus 2005, September 2005, Juni 2013, Oktober 2005, Desember 2005, Juli 2013, April 2006, Agustus 2013, Oktober 2013, Januari 2015
Hal-hal yang Menarik dari Novel "KAHVE"
1. Tasseografi
"Saat melakukan tasseo, yang paling penting adalah konsentrasi penuh terhadap hal yang ingin kamu cari. Kalau gagal berkosentrasi, kamu nggak akan mendapatkan gambar apa pun dan pembacaanmu mungkin bisa meleset." (Hal.113)

Ampas kopi untuk di baca

2. The Picture of Dorian Gray
"Iya, buku The Picture of Dorian Gray? Itu buku kesukaan Linda."
Tenggorokan Kencana tercekat.
(Hal.176)
Thiller of Dorian Gray
3. La Campanella, Liszt
"Bukan. Ningtyas. Nama lengkapku, kan Linda Ningtyas. Perempuan cantik dengan hati yang berdenting sepeerti lonceng kecil. Itu artinya. 'La campanella' juga berarti lonceng kecil dalam bahasa Italia.Jadi mirip namaku." (Hal.108)
- Liszt: Grandes Etudes De Paganini, S.141, No.3 In G-Sharp Minor "La Campanella"
- Paganini - La campanella (Violin Concerto No. 2 in B minor, Op. 7, Rondo)
4. Night on the Galactic Railroad
"Linda tertawa lepas. Suaranya benar-benar jernih seperti lonceng kecil. Yang benar saja, ah. Suara seperti bel itu macam apa kedengarannya. Tapi aku memang jadi suka namaku karena lagu ini. Juga karena Night on the Galactic Railroad " (Hal. 108)
Film Night on the Galactic Railroad - 銀河鉄道の夜
"Televisi di hadapannya masih memutarkan film Night of the Galactic Railroad, Giovanni tengah berlarian entah kemana dilayarnya." (Hal. 192)
Kutipan dari Novel "Kahve":
"Kadang hidup membutuhkan sebuah tindakan terjun bebas menuju ketidakpastian dan membiarkan gravitasi membawa kita entah ke lubang macam apa." (Hal.4)
"Di dunia ini hanya ada dua golongan manusia. Kencana menyebutnya sebagai golongan resah dan golongan ikut arus. Dirinya adalah golongan terakhir. Baginya menjalani hidup adalah perkara cara melewati hari dari awal membuka mata hingga kembali menutupnya." (Hal.24)
"Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apapun akan dijadikan pegangan harapan." (Hal.82)
"Bukan berarti sesuatu hal tidak terjadi karena kamu menolaknya." (Hal.135)
"Kehilangan sekeras kepala dan sekejam seorang rentenir; mereka mendobrak, mengoyak, dan menarik semua hal yang disayanginya, merusak rutinitas yang dijaganya baik-baik." (Hal.129)
RESENSI NOVEL "GHISENCY"
"Sahabat adalah permata hati, yang akan terus ada di hati meski ajal menjemput"
![]() |
| Judul : Ghisency Penulis : Tsamara Ghinah Editor : Moemoe dan Tita R. Penerbit : DAR! Mizan Cetakan : I, Juni 2015 Tebal : 180 Halaman ISBN : 978-602-242-652-3 |
Tema : Ikatan persahabatan yang terjalin antara Chamara bersama Ghisency yang tidak pernah berubah oleh waktu dan keadaan.
Tokoh dan Perwatakan :
- Chamara Salsabiela Safa Felisa : cerewet, ndeso
- Dian Ravita : Ibu 7C, suka bikin heboh (onar), dan galak
- Finna Audiya : sok imut, primadona kelas
- Angga : pemuda dengan pesona dark, dan Suka ramal-meramal
- Shanaz Salwa Sahira : baik hati
- Rahmad : Bapak 7C, baik hati
Alur / Plot : Alur Maju
Sudut Pandang (Poin of View) : Orang pertama sebagai pelaku utama (Akuan)
"Gadis berambut panjang terurai itu menatap SMPN 01 Kalisat. Bangunan di hadapannya tidak terbuat dari emas ataupun berlian, tetapi dia terpana. Gadis yang terlihat ndeso itu adalah ... aku. Namaku Chamara Salsabiela Safa Felisa. Baru lulus sekolah dasar dan akan segera memasuki masa-masa putih biru." (Hal. 15)
Latar / Setting :
- Tempat : di depan mading, di kelas 7C, di rumah, di kamar, di kantin sekolah, di ruang OSIS, di kelas tambahan, di ruang musik, di rumah sakit
- Waktu : pagi hari, sore hari
- Suasana : Ramai, menyedihkan, menegangkan
Novel "Ghisency"
MOS
Saat MOS berlangsung Chamara mendapat hukuman dari Kak Bagus untuk Keliling Galaksi Bima Sakti. Hukuman yang diberikan yakni menyanyi di setiap kelas. Di mulai dari gugus Uranus. Disana Ia menyanyikan lagu Dear God dari Avenged Sevenfold.
Lagu Dear God, Avenged Sevenfold
"Jreng...! Senar gitar pun kupetik. Dear God. The only thing I ask Of you. Is to hold her. when I'm not around ..." (Hal. 28)
Selanjutnya Chamara yang ditemani oleh Kak Bagus ke gugus Neptunus. Atas usulan Indah temannya, ia menyanyikan lagu Ai-Kotoba dari Hatsune Miku.
Lagu Ai-Kotoba, Hatsune Miku
"Baiklah, untuk sahabatku. Oke Ai-Kotoba,Hatsune Miku. Lagu Ai-Kotoba sendiri, tentang persahabatan, yang akhirnya menjadi rasa suka." (Hal.31-32)
Saat Chamara hendak menuju gugus lainnya yakni gugus Venus dan Mars. Kak Bagas malah memanggilnya untuk balik ke kelas. Kak Bagas tidak tega melihat Ia harus menyanyi di setiap kelas.
PENSI
Dua perwakilan dari Ghisency yakni Finna dan Angga bersiap untuk tampil dalam acara Pensi. Finna tampil dengan mini dress model Lolita berwarna hitam. Perform pertama oleh Finna. Ia memainkan biola dengan penuh keanggunan. Perform selanjutnya oleh Angga. Angga membawakan lagu dari Kagamine Rin dan Len yang berjudul Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita. Lagu tentang curahan hatinya.
Lagu Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita, Kagamine Rin dan Len
"Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita,"Angga mengucapkan judul lagunya dalam bahasa Jepang dengan fasih. "Dari Kagamine Rin dan Len." (Hal. 58)
Selanjutnya Angga meminta satu orang untuk menemaninya menyanyi. Para gadis brutal dan ingin Angga memilihnya. Namun, ia memilih Finna untuk berduet dengannya.
Lagu I have a dream, Westlife
""I have a dream, a song to sing ... " Angga memandang Finna dan bernyanyi. I Have a Dream? Wow! Keren, keren! "If you see the wonder." Fina yang tadinya bungkam mulai bernyanyi. "I have a dream, a fantasy ..., to help me through reality." Bukan Finna versus Angga lagi, tapi Finna and Angga. Ini dia puncaknya! Seluruh penghuni 7C bernyanyi berbarengan." (Hal.61)
TES SENI MUSIK
"Rabu terlalu semangat untuk datang, karena tiba-tiba saja hari ini Rabunya tes seni musik. Gendang, gitar, biola, seruling, dan beberapa alat musik lainnya menumpuk di kelasku. Setiap anak membawa alat musik masing-masing." (Hal. 112-123)
"Sesuai absen, Pak Fauzi memanggil kami satu persatu untuk maju ke depan. Penampilan perdana oleh Angga dia menyanyikan lagunya One Direction - Tell Me A Lie. Saking menghayati, bibirnya sampai monyong-monyong." (hal.114)
Lagu Tell Me A Lie, One Direction
Lagu Soledad, Westlife"Shahnaz menyanyikan lagu Soledad dari Boyband yang sudah jadi bapak-bapak: Westlife." (Hal.113)
"Hani menyanyikan lagu Cik-cik Periok, tapi bukan Cik-cik Periok yang biasanya. Arasemennya diubah total olehnya! Menjadi lebih jazzy dan keren sekali." (Hal.115)
Lagu Cik-cik Periok
"Blue Bird." kataku menyebutkan judul lagu yang akan kubawakan. Blue Bird adalah salah satu soundtrack anime Naruto. Lagu ini mengambarkan keinginanku untuk mencapai mimpiku. (Hal.115)
Lagu Blue-Bird, Soundtrack Anime Naruto
Ghisency Mendapat Tugas Membuat Film Dokementer
Ghisency mendapat tugas dari Pak Eddie untuk membuat film dokumenter. "Mau tak mau Ghisency harus mencari informasi mengenai film dokumenter." (Tsamara Ghinah, 2015: 132). Berdasarkan hasil KMK diputuskan bahwa objek wisata Pemandian Rembangan sebagai lokasi syuting. Pembagian kru antara lain sutradaranya Ayu. Cameraman dan editor adalah Rama. Sedangkan penulis skenario adalah Chamara.
Syuting dimulai. Pengambilan gambar dimulai saat perjalanan mendaki sebuah gunung di Kabupaten Jember. Dilanjutkan saat berada di ruma kaca. Perjalanan terus berlanjut. Sampai akhirnya mereka sampai di Hotel dan Pemandian Rembangan.
Lagu Untuk Selamanya, Bondan Prakoso & Fade2Black
"Ghisency mulai bersiap untuk pengambilan gambar terakhir, kali ini konsepnya seperti membuat video klip. semuanya lipsync. lagu yang kami pilih adalah Kita Untuk Selamanya dari Bondan Prakoso & Fade2Black."(Hal.143)
Goodbye Day
Chamara dirawat di rumah sakit selama enam hari. Baru diketahui bahwa ia ternyata menderita penyakit leukimia. Di tengah kondisi kesehatannya yang kurang baik. Ia masih tetap ingin mengikuti acara perpisahaan kakak kelas sembilan. Ia pun meminta ijin kepada Ibunya untuk bisa bertemu dengan teman-temannya sekali saja.
"Goodbye day. Itu hari ini. Perpisahan kakak kelas sembilan dengan sekolah ini dan perpisahanku dengan kehidupan sehari-hariku yang sempat normal." (Hal.158)
Chamara bersiap untuk memberikan persembahan terakhir untuk semuanya.
Lagu Ichiban no Takaramono"Ini saatnya. "Ichiban no Takaramono, dalam bahasa Indonesianya artinya kenangan yang paling berharga. Semuanya yang telah terlewati adalah kenangan yang tak terulang, meski ditukar dengan uang sekalipun. Hargailah waktu yang telah terlewati..." ucapku sebagai salam pembukaan." (Hal.159)
Chamara terus bernyanyi tanpa memperdulikan darah yang mengalir dari hidungnya. Ia mengingat semua kenangannya bersama Ghisency. Tiba-tiba kepalanya terasa berdengung. Kakinya terasa tidak menapak. Dan semuanya menjadi gelap. Saat membuka mata, ia sudah berada di rumah sakit. Ia menjalani kemoterapi untuk pertama kali ditemani teman-temannya.
Bulan-bulan telah berlalu Chamara masih menjalani kemoterapi. Kondisinya semakin tidak stabil karena ia stres. Akhirnya, Ayah dan Ibunya memutuskan untuk mengajak ia tinggal di Jepang sampai sembuh.
"Tanpa terasa hari keberangkatanku ke Jepang tiba. Aku sama sekali tidak memberitahu sepatah kata pun kepada teman-temanku. Rasanya berat berpisah dari mereka, jadi sebaiknya aku pergi dan menghilang." (Hal.168)
Goodbye.
“Anehnya, kenapa rasa ini belum berubah. Rasa kedekatan antara kami yang kurasa sudah kutanggalkan sejak tujuh belas tahun lalu. Mungkin ini yang namanya ikatan. Sejauh apapun kita menghilang ikatan ini akan tetap kembali pada pusat ikatannya”
Subscribe to:
Comments (Atom)

