RESENSI NOVEL "KAHVE"
![]() |
Judul : Kahve
Penulis : Yuu Sasih
Editor : Avifah Ve
Penerbit : de TEENS
Cetakan : I, Mei 2015
Tebal : 240 Halaman
ISBN : 978-602-255-894-1
Tokoh : Kencana, Rasy, Linda, Farran, Ajip, dan Prof. Rangga,
Alur / Plot : Alur Maju - Mundur
Sudut Pandang / Poin of View : Sudut pandang Diaan
Latar / Setting :
- Tempat : Black Dreams, di restoran Jepang, di rumah Om Hendra, di hotel, di teras rumah kontrakan Kencana, di gudang belakang Black Dreams, di kampus, dan di pemakaman
- Waktu : Juni 2013, Agustus 2005, September 2005, Juni 2013, Oktober 2005, Desember 2005, Juli 2013, April 2006, Agustus 2013, Oktober 2013, Januari 2015
Hal-hal yang Menarik dari Novel "KAHVE"
1. Tasseografi
"Saat melakukan tasseo, yang paling penting adalah konsentrasi penuh terhadap hal yang ingin kamu cari. Kalau gagal berkosentrasi, kamu nggak akan mendapatkan gambar apa pun dan pembacaanmu mungkin bisa meleset." (Hal.113)

Ampas kopi untuk di baca

2. The Picture of Dorian Gray
"Iya, buku The Picture of Dorian Gray? Itu buku kesukaan Linda."
Tenggorokan Kencana tercekat.
(Hal.176)
Thiller of Dorian Gray
3. La Campanella, Liszt
"Bukan. Ningtyas. Nama lengkapku, kan Linda Ningtyas. Perempuan cantik dengan hati yang berdenting sepeerti lonceng kecil. Itu artinya. 'La campanella' juga berarti lonceng kecil dalam bahasa Italia.Jadi mirip namaku." (Hal.108)
- Liszt: Grandes Etudes De Paganini, S.141, No.3 In G-Sharp Minor "La Campanella"
- Paganini - La campanella (Violin Concerto No. 2 in B minor, Op. 7, Rondo)
4. Night on the Galactic Railroad
"Linda tertawa lepas. Suaranya benar-benar jernih seperti lonceng kecil. Yang benar saja, ah. Suara seperti bel itu macam apa kedengarannya. Tapi aku memang jadi suka namaku karena lagu ini. Juga karena Night on the Galactic Railroad " (Hal. 108)
Film Night on the Galactic Railroad - 銀河鉄道の夜
"Televisi di hadapannya masih memutarkan film Night of the Galactic Railroad, Giovanni tengah berlarian entah kemana dilayarnya." (Hal. 192)
Kutipan dari Novel "Kahve":
"Kadang hidup membutuhkan sebuah tindakan terjun bebas menuju ketidakpastian dan membiarkan gravitasi membawa kita entah ke lubang macam apa." (Hal.4)
"Di dunia ini hanya ada dua golongan manusia. Kencana menyebutnya sebagai golongan resah dan golongan ikut arus. Dirinya adalah golongan terakhir. Baginya menjalani hidup adalah perkara cara melewati hari dari awal membuka mata hingga kembali menutupnya." (Hal.24)
"Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apapun akan dijadikan pegangan harapan." (Hal.82)
"Bukan berarti sesuatu hal tidak terjadi karena kamu menolaknya." (Hal.135)
"Kehilangan sekeras kepala dan sekejam seorang rentenir; mereka mendobrak, mengoyak, dan menarik semua hal yang disayanginya, merusak rutinitas yang dijaganya baik-baik." (Hal.129)

0 komentar:
Post a Comment