Anda
barangkali pernah mendengar nama Nick Vujicic. Dia dikenal sebagai “manusia
tanpa tubuh” karena ia tidak mempunyai tangan dan tidak punya kaki. Dillahirkan
dalam kondisi menyedihkan seperti itu, tentu saja Nick punya banyak alasan
untuk merasa gagal dan jadi pecundang. Meski demikian, Nik melakukan hal yang
berbeda, sehingga dia melakukan segala aktivitas layaknya orang normal dan
berhasil menyelesaikan gelar sarjana dalam bidang akunting dan perencanaan
finansial. Yang lebih hebat lagi, ia menjadi pembicara motivasi yang
menginspirasi banyak orang.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Monday, 7 November 2011
Tujuan Tertinggi
Tindakan kita di dorong oleh
motivasi kita. Bahkan, seberapa kuat tindakan kita itu juga di pengaruhi oleh
seberapa kuat motivasi kita. Dalam bukunya yang berjudul See You At The Top, Zig Zigar
mengutarakan paling tidak ada tiga jenis motivasi yang selama ini mendorong
kita melakukan tindakan.
Motivasi pertama adalah
motivasi rasa takut. Ini berbicara tentang resiko
yang akan di peroleh apabila kita tidak melakukan suatu keberhasilan.
Motivasi kedua adalah
motivasi insentif. Ini berbicara tentang imbalan
yang akan kita dapatkan untuk keberhasilan yang kita
raih.
Motivasi
ketiga adalah motivasi karena tujuan tertinggi. Motivasi ini mendorong kita sampai ke puncak.
Selalu Beruntung
Profesor
Richard Wiseman pernah membuat penelitian tentang hal ini. Boleh percaya boleh
tidak, ternyata dalam penelitiannya ia menemukan hal dasar yang membedakan
antara orang-orang yang selalu beruntung dengan orang-orang yang selalu sial.
Dan hal itu adalah sikap terhadap sebuah peluang yang ada di depannya. Jujur
saja, ternyata orang beruntung memang lebih terbuka dalam peluang. Mereka lebih
peka dengan adanya peluang, pandai menciptakan peluang dan cepat bertindak
ketika peluang datang.
Miliki Impian Terbesar
Hampir setiap orang masa itu menganggap Martin Luther King Jr.
hanyalah seorang pemimpi. Bagaimana tidak? Di tahun 60 an di tengah berkuasa
orang-orang berkulit putih, ia berani menyatakan bahwa orang-orang berkulit
hitam harus punya hak yang sama. Ia dengan berani memperjuangkan penghapusan
diskriminasi rasial. Pengikut prinsip perjuangan Mathama Gandhi ini berjuang
dengan menghindari kekerasan dan penumpahan darah. Di tengah pidatonya yang
berapi –api, ia menyatakan mimpi dan harapannya bagi bangsa Amerika. Ia pun
menegaskan bahwa hidup harus punya makna. Puncaknya adalah kejadian pada 28
Agustus 1963 yang sangat bersejarah itu! Di Washington DC, ia menyampaikan
pidato untuk memperjuangkan persamaan hak. ‘I have a dream’ itulah salah satu kalimat dalam pidatonya. Terbuktikah
mimpinya itu? Ternyata keyakinan justru berujung kematian! 4 April 1968, ia
mati ditembak. Tetapi sekalipun Martin Luther King Jr. telah mati, mimpi dan
harapannya tetap hidup. Baru 40 tahun kemudian, sejarah baru terukir di tanah
Amerika, bahkan di dunia. Barack Husein Obama terpilih menjadi presiden kulit
hitam pertama Amerika Serikat!
Persiapan Menuju Puncak
Pada
tanggal 29 Mei 1953 Tenzing Norgay merupakan manusia pertama yang berhasil
berdiri di puncak gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. Tenzing melewati
tantangan yang tidak mudah. Dia melakukan perjalanan sejauh 180 mil naik dan
turun pergunungan Himalaya dengan cuaca yang tidak bersahabat dan medan yang
sangat sulit. Meski demikian ia berhasil menaklukan semua tantangan itu dan
mencapai puncak. Tapi tahukah anda berapa waktu persiapan dan latihan yang
dilakukan Tenzing Norgay sebelumnya? 18 tahun!
Subscribe to:
Posts (Atom)




