Pada kesempatan
ini kita akan membicarakan tentang kesiapan siswa belajar serta cara pembelajarannya
pada mata pelajaran matematika di SD. Kita akan melihat secara sepintas
beberapa teori belajar yang sering disebut-sebut pada pembelajaran matematika.
1. Teori Belajar Bruner
Bruner menekankan bahwa setiap
individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa atau benda di dalam
lingkungannya, menemukan cara untuk menyatakan kembali peristiwa atau benda
tersebut di dalam pikirannya, yaitu suatu model mental tentang peristiwa atau
benda yang dialaminya atau dikenalnya.
Menurut Bruner, hal-hal tersebut
dapat dinyatakan sebagai proses belajar yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:
- Tahap Enaktif atau Tahap Kegiatan (Enactive); Tahap pertama anak belajar konsep adalah berhubungan dengan benda-benda real atau mengalami peristiwa di dunia sekitarnya. Pada tahap ini anak masih dalam gerak reflek dan coba-coba; belum harmonis. Ia memanipulasikan, menyusun, menjejerkan, mengutak-ngatik, dan bentuk-bentuk gerak lain (serupa dengan tahap sensori motor dari Peaget).
- Tahap Ikonik atau Tahap Gambar Bayangan (Iconic); Pada tahap ini, anak telah mengubah, manandai dan menyimpan peristiwa atau benda dalam bentuk bayangan mental. Dengan kata lain anak dapat membayangkan kembali atau memberikan gambaran dalam pikirannya tentang benda atau peristiwa yang dialami atau dikenalnya pada tahap enaktif, walaupun peristiwa itu telah berlalu atau benda real itu tidak lagi berada di hadapannya (tahap pre-operasi dari Peaget).
- Tahap Simbolik (Symbolic); Pada tahap teakhir ini anak dapat mengutarakan bayangan mental tersebut dalam bentuk simbol dan bahasa. Apabila ia berjumpa dengan suatu simbol maka bayangan mental yang ditandai oleh simbol itu akan dapat dikenalnya kembali. Pada tahap ini anak sudah mampu memahami simbol-simbol dan menjelaskan dengan bahasanya. (Serupa dengan tahap operasi konkret dan formal dari Peaget)
2. Teori Belajar Dienes
Menurut Dienes bahwa konsep-konsep
matematika itu akan lebih berhasil dipelajari bila melalui tahapan tertentu. Tahapan
belajar menurut Dienes itu ada enam tahapan secara berurutan, yaitu sebagai
berikut.
- Bermain bebas (Free Play)
- Permainan (Games)
- Penelaahan kesamaan sifat (searcing for Communities)
- Representasi (Representation) Simbolisasi (Symbolization)
- Formalisasi (Formalitation).
3. Teori Belajar Van Hiele
Menurut Van Hiele ada
tiga unsur utama dalam pengajaran Geometri, yaitu waktu, materi pengajaran, dan
metode pengajaran yang diterapkan. Jika ketiga unsur utama tersebut dilalui
secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa kepada tahapan
berpikir yng lebih tinggi.
Adapun tahapan-tahapan anak belajar Geometri menurutnya ada
lima tahapan, yaitu tahap pengenalan, analisis, pengurutan, deduksi, dan
akurasi.
4. Teori Belajar Brownell dan Van Engen
Menurut William Brownell (1935) bahwa
belajar itu pada hakekatnya merupakan suatu proses yang bermakna. Ia mengemukakan
bahwa belajar matematika itu harus merupakan belajar bermakna dan pengertian.
Khusus dalam hubungan pembelajaran
matematika di SD, Brownell mengemukakan apa yang disebut “Meaning Theory (Teori Makna)” sebagai alternatif dari “Drill theory (Teori Latihan
hafalUlangan)”.
Van
Engen (1949), seorang penganut teori bermakna mangatakan bahwa pada situasi
yang bermakna selalu terdapat tiga unsur, yaitu:
- Ada suatu kejadian (event), benda (object), atau tindakan (action);
- Adanya simbol (lambang/notasi/gambar) yang digunakan sebagai pernyataan yang mewakili unsur perama di atas;
- Adanya individu yang menafsirkan simbol-simbol dan mengacu kepada unsur pertama di atas.
5. Teori Belajar Gagne
Profesor Robert M. Gagne seorang ahli psikologi telah
menggunakan matematika sebagai medium untuk menguji dan mengunakan teori
belajar. Ia bekerja sama dengan Proyek
Matematika Universitas Meryland membahas pembelajaran matematika dalam
pengembangan Kurikulum Matematika di sekolah.
- Objek belajar matematika; Menurut Gagne bahwa dalam belajar matematika ada dua objek, yaitu objek langsung belajar matematika dan objek tidak langsung dari belajar matematika. Objek langsung meliputi fakta, operasi, konsep, dan prinsip. Sedangkan objek tidak langsung mencakup kemampuan menyelidiki, memecahkan masalah, disiplin diri, bersikap positif, dan tahu bagaimana semestinya belajar.
- Tipe-tipe belajar; Gagne telah menentukan dan membedakan delapan tipe belajar yang terurut kesukarannya dari yang sederhana sampai kepada yang kompleks.
1. Belajar isyarat (signal learning)
2.
Belajar stimulasi respon (stimulus responsse learning)
3.
Rangkaian gerak (motor chaining)
4.
Rangkaian verbal (verbal association)
5.
Belajar membedakan (descrimination learning)
6.
Belajar konsep (concept learning)
7.
Belajar aturan (rule learning)
8.
Pemecahan masalah (problem solving)
0 komentar:
Post a Comment