Thursday, 29 September 2011
Tugas SI 1_Evi Setia Ningsih (ACA 108 060)
Tuesday, 27 September 2011
Sejarah dan Landasan Filosofis Matematika Realistik
Pendidikan matematika realistik atau
Realistic Mathematics Education (RME) mulai berkembang karena adanya keinginan
meninjau kembali pendidikan matematika di Belanda yang dirasakan kurang
bermakna bagi pebelajar. Gerakan ini mula-mula diprakarsai oleh Wijdeveld dan
Goffre (1968) melalui proyek Wiskobas. Selanjutnya bentuk RME yang ada sampai
sekarang sebagian besar ditentukan oleh pandangan Freudenthal (1977) tentang
matematika. Menurut pandangannya matematika harus dikaitkan dengan kenyataan,
dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan
menjadi bagian dari nilai kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek
yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan
kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar
untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya.
Artinya dalam pendidikan matematika dengan sasaran utama matematika sebagai
kegiatan dan bukan sistem tertutup. Jadi fokus pembelajaran matematika harus
pada kegiatan bermatematika atau “matematisasi” (Freudental,1968).
Subscribe to:
Posts (Atom)